Total
Quality Manajement
Apa itu Total Quality Manajement?
Dengan adanya perkembangan bidang kehidupan sosial, ekonomi, teknologi serta
perubahan paradigma pendidikan nasional maupun kelembagaan menghendaki institusi
pendidikan untuk secara kritis melihat kembali peran dan kinerjanya selama ini.
serta perubahan paradigma pendidikan nasional maupun kelembagaan menghendaki
institusi pendidikan untuk secara kritis melihat kembali peran dan kinerjanya
selama ini. serta perubahan paradigma pendidikan nasional maupun kelembagaan
menghendaki institusi pendidikan untuk secara kritis melihat kembali peran dan
kinerjanya selama ini.
Total
Quality Management (TQM) berasal dari kata "Total" yang
berarti keseluruhan atau terpadu, "Quality" yang berarti
kualitas, dan "Management" yang telah disamakan dengan
manajemen dalam Bahasa Indonesia yang berarti pengelolaan.
Dalam pengertian
mengenai TQM, penekanan utama adalah pada kualitas yang didefinisikan dengan
mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak awal dengan tujuan untuk memenuhi
kepuasan pelanggan.
TQM juga
dapat di artikan sebagai strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas
pada semua proses
dalam organisasi.
Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu
organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua
anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan
pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta
masyarakat. "Filosofi dasar dari TQM adalah "sebagai efek dari
kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan”.
Sejarah TQM
· 1946 - 1950 , periode dan penelitian Dr. W. E. Deming
menyampaikan seminar 8 hari mengenai kualitas pada parailmuwan, insinyur dan para
eksekutif perusahaan Jepang.
· 195 - 1954, periode pengendalian mutu statistik
(Statistical Quality Qontrol).
· 1955 - 1960, periode pengendalian mutu sistematik. Diperkenalkan
istilah CWQC (Company Wide Quality Control).
· 1961 hingga sekarang, periode pemantapan dan
pengembangan Prof. DR. Kaoru Ishikawa memerkenalkan Gugus Kendali Muu (Quality
Control Circle).
Karakteristik TQM
1. Fokus pada pelanggan, baik pelanggan
internal maupun pelanggan eksternal
2. Memiliki obsesi yang tinggi terhadap
kualitas
3. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam
pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
4. Memiliki komitmen jangka panjang
5. Membutuhkan kerja sama tim
6. Memperbaiki proses secara berkesinambungan
7. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
8. Memiliki kesatuann tujuan
9. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan
karyawan
Prinsip TQM
1. Kepuasan pelanggan
Memperhatikan kualitas serta kuantitas agar para
pelanggan merasa puas serta para pelanggan menjadi lebih banyak.
2. Respek terhadap setiap orang
Setiap para pegawai harus memiliki talenta, agar
menarik perhatian para pelanggan.
3. Manajemen yang baik
Manajer harus bisa mengelola manajemen dengan baik, supaya dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
4. Perbaikan kesinambungan
Konsep yang berlaku disini adalah siklus
PDCA ( plan-do-check-act ), yang terdiri dari langkah – langkah perencanaan
rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana, dan tindakan korektif terhadap
hasil yang diperoleh.
5.
Pendidikan dan pelatihan
Perusahaan-perusahaan seperti itu hanya
akan memberikan pelatihan-pelatihan yang sekedarnya kepada karyawannya. Hal ini
menyebabkan perusahaan tidak berkembang dan sulit bersaing dengan perusahaan
lainnya. Sedangkan dalam perusahaan yang menerapkan TQM, pendidikan dan
pelatihan merupakan faktor yang fundamental. Dalam hal ini berlaku prinsip
bahwa belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas
usia.
6.
Kesatuan tujuan
Supaya TQM dapat diterapkan dengan baik
maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Dengan demikian setiap usaha
dapat diarahkan pada tujuan yang sama. Akan tetapi kesatuan tujuan ini tidak
berarti bahwa harus selalu ada persetujuan/kesepakatan antara pihak manajemen
dan karyawan mengenai upah dan kondisi kerja.
Elemen-elemen pendukung TQM
1.
Kepemimpinan
Manajer bertugas untuk mengarahkan dan mengontrol apa
saja yang terjadi dalam TQM untuk upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajer
harus mengembangkan partisipatif,
baik misi, visi, maupun proses manajemen, yang dapat mereka gunakan untuk
mencapai keduanya.
2.
Pendidikan dan pelatihan
Perusahaan-perusahaan seperti itu hanya
akan memberikan pelatihan-pelatihan yang sekedarnya kepada karyawannya. Hal ini
menyebabkan perusahaan tidak berkembang dan sulit bersaing dengan perusahaan
lainnya. Sedangkan dalam perusahaan yang menerapkan TQM, pendidikan dan
pelatihan merupakan faktor yang fundamental. Dalam hal ini berlaku prinsip
bahwa belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas
usia.
3.
Komunikasi
Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu
mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada
seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan
dalam usaha peningkatan mutu. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan
para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab
pertanyaan dari setiap karyawan.
4.
Struktur
pendukung
Manajer senior mungkin memerlukan
dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu dalam melaksanakan
strategi pencapaian mutu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar
melalui konsultan. Akan tetapi, lebih baik kalau diperoleh dari dalam
organisasi itu sendiri. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim
manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu, membantu melalui
“network” dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi, dan membantu
sebagai narasumber mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim
manajer senior.
Kerangka model TQM
1. Etika
2. Integritas
3. Kepercayaan
4. Diklat
5. Kerjasama
6. Kepemimpinan
7. Akredibilitas
8. Komunikasi
Manfaat program TQM
a.
Manfaat TQM bagi pelanggan
1 1. Tidak memiliki masalah dengan produk
atau pelayanan
2 2. Kepedulian terhadap pelanggan lebih
baik atau pelanggan lebih diperhatikan
3 3. Kepuasan pelanggan
b.
Manfaat TQM bagi intuisi
1 1. Terdapat
perubahan kualitas produk dan pelayanan
2 2. Staf lebih
termotivasi
3. Produktifitas
meningkat
4. Biaya turun
5 5. Produksi cacat
berkurang
6 6. Permasalahan dapat diselesaikan
dengan cepat
c.
Manfaat TQM bagi staf organisasi
1 1. Pemberdayaan
2 2. Lebih terlatih
dan berkemampuan
3 3. Lebih dihargai dan diakui
Kesimpulan
Sumber dan referensi
Kesimpulan
Perubahan yang terjadi sekarang ini diberbagai macam bidang; sosial,
ekonomi, teknologi, bahkan sampai pendidikan. Institusi
pendidikan makin banyak mendapatkan tekanan internal dan eksternal untuk
meningkatkan daya saing, efektivitas, serta mengoptimalkan peluang kerja sama.
Tekanan kepentingan stakeholders juga terkait dengan masalah pelayanan,
akuntabilitas, serta transparansi. Kualitas menjadi kepedulian dan mendapat
perhatian serius Pemerintah maupun stakeholders yang terkait dengan
pendidikan. Maka dari itu, para lembaga-lembaga pendidikan bersikap tegas
menangani masalah perubahan yang terjadi disekitarnya, dengan mengadakan Total
Quality Management (TQM). yang
bersifat menyeluruh, sistemik, dan berkelanjutan guna menjawab tantangan
penyelenggaraan pendidikan berkualitas.
Sumber dan referensi
0 komentar:
Posting Komentar